Category: Books

Sembilan Tahun

Fei,

semalam aku membongkar kontainer demi mendapatkan buku-buku kuliah untuk si bungsu, dan buku pemberianmu termasuk  salah satu yang kutemukan. Lengkap dengan selembar kertas kuning yang manis bertuliskan “Happy Birthday 18th“.

Sembilan tahun lalu, Fei. Ingatkah?

Post to Twitter Tweet This Post

Enam Kontainer Buku

Setiap kali hendak berpindah tempat tinggal, mengepak buku-buku adalah hal yang pasti kami lakukan. Akhir pekan lalu, kami butuh waktu seharian untuk kembali menata sekaligus menyortir buku dan majalah di kamar kami. Siapa sangka, buku dan majalah itu kini sudah menempati enam kontainer plastik. Mengerikan :D

Tenang, jumlah itu sebenarnya cuma kamuflase, karena hampir separuhnya adalah buku kuliah saya jaman S1 dan S2. Kenapa saya tetap menyimpannya dan tidak berpikir menjadikannya kertas kiloan? Hmm..entahlah. Mungkin dulu saya berpikir bahwa “Suatu hari nanti, tumpukan kertas-kertas ini akan berguna..” :)   Siapa sangka, adik bungsu saya diterima PMDK di UI pada jurusan yang sama dengan saya. Sedikit banyak, “tumpukan kertas-kertas” itu berguna baginya.

Dulu, saya dan suami menempatkan buku-buku dan majalah dalam kardus-kardus bekas tempat kertas A4. Sayangnya, kardus macam itu rentan terhadap udara lembab yang pada akhirnya akan membuat buku-buku di dalamnya mudah rusak. Itulah sebabnya kami beralih ke kontainer plastik yang rata-rata harganya 35 ribu rupiah di Giant.

Saya percaya, jumlah buku bukanlah suatu hal yang penting. Yang lebih berarti adalah jika buku itu bermanfaat bagi pembacanya. Oleh karena itu, sejak dulu saya tak keberatan buku-buku saya dipinjam oleh kawan. Saya senang jika buku-buku itu berguna. Masalahnya, saya tak hafal buku apa saja yang sudah kami punya. Repot kan? Bagaimana orang akan meminjam kalau mereka tak tahu buku apa yang bisa mereka pinjam?

Beberapa waktu lalu, saya coba mendata buku dan majalah yang kami punya dengan menscan sampul-sampul buku itu lalu mengunggahnya di akun FB saya. Tapi ternyata susah juga mengaturnya. Saya malah jadi bingung sendiri..hehehe… Jadi, saya pikir lebih baik saya pindahkan saja ke sebuah blog yang memang khusus untuk “menyimpan” buku dan majalah-majalah itu. Semacam bentuk virtual dari perpustakaan kecil yang rencananya akan menempati kamar depan dari rumah kontrakan kami mendatang :)   Seiring berjalannya waktu, saya berharap kami berdua bisa menyempatkan menulis semacam resensi atau catatan kecil tentang buku dan majalah tersebut.  Oya, kami juga tak keberatan menerima kunjungan kawan yang hendak membaca buku di rumah, tentunya dengan perjanjian sebelumnya.

Sementara itu, silakan berkunjung ke perpustakaan kecil kami di www.aulialibrary.wordpress.com. Memang belum banyak isinya, tapi semoga tidak menjadi sia-sia :)

Post to Twitter Tweet This Post

Pesta Buku Jakarta 2010

Inilah sedikit yang bisa saya ceritakan tentang Pesta Buku Jakarta 2010 yang akan berlangsung hingga 11 Juli mendatang. Sebagai informasi, hari ini saya dan suami datang ke sana pada sore hari, dan baru selesai “berburu” hampir pukul 19.30 WIB.

  1. Jalanan menuju Istora macet. Mungkin karena akhir pekan. Untuk Anda yang membawa kendaraan pribadi, bersiaplah mengantri di gerbang masuk Istora.
  2. Sebelum masuk ke pesta buku, sebaiknya sempatkan datang ke bagian Informasi. Letaknya di dekat pintu masuk. Jangan lupa meminta Katalog Acara. Katalog ini saya rasakan sangat membantu, terutama karena di dalamnya ada denah stand penerbit yang ikut pameran. Saran saya, lihatlah dulu denah tersebut, dan tentukan Anda ingin ke penerbit mana saja. Tadi kami memilih mengawali dari Stand B1. Di sana ada Kompas Gramedia dan Mizan. Setelah itu, baru kami mendatangi stand lainnya.
  3. Untuk Kompas Gramedia, bisa membayar menggunakan kartu debit. Tadi saya pakai debit BNI. Meskipun demikian, uang cash juga perlu dibawa secukupnya karena tidak semua stand melayani pembayaran non tunai. Untuk Anda yang memerlukan ATM, ada ATM Bank DKI dan ATM BRI. Letaknya di dekat pintu masuk.
  4. Diskon yang diberikan rata-rata 20 persen. Khusus untuk Kompas Gramedia, sempatkan mengisi kuisioner dari Kompas Gramedia. Pengisian kuisioner ini akan membuat diskon Anda bertambah sebesar 10 persen. Jangan salah, diskonnya bukan 30 persen ya! :) Maksudnya begini : Harga buku yang dibayar : (Harga buku asli – 20 persen ) – 10 persen.
  5. Stand terfavorit saya : Yayasan Obor Indonesia. Si Bapak penjaga stand-nya bisa bercerita isi buku-buku yang ada di stand-nya. Dia bisa memberi informasi apa kelebihan dari buku-buku yang kita “pegang”. Beneran lho, yang kita “pegang”. Seorang pengunjung stand memegang buku Nawal El Sadawi, dan si Bapak langsung merekomendasikan pengunjung itu untuk memilih Jatuhnya Sang Imam dengan beberapa alasan. Saat saya memegang buku karya Arundhati Roy dan Oscar Wilde, si Bapak dengan berbinar langsung bilang “wah, selera Mbaknya bagus.” Lalu mulailah Bapak itu bercerita ini itu, dan sesekali saya menanggapinya. Mungkin si Bapak merasa senang dengan tanggapan saya, sampai-sampai diskon untuk saya ditambah! :D Alhamdulillah…
  6. Simpan bukti pembayaran Anda. Ada kuisioner yang diberikan kepada pengunjung bersamaan dengan pemberian Katalog Acara di bagian Informasi. Jika kuisioner diisi dengan lengkap dan dilengkapi struk, bisa diikutkan undian. Tapi saya juga nggak ngeh hadiah undiannya apa. Hehehe.
  7. Hati-hati menjaga tas dan dompet!
  8. Untuk yang membawa anak kecil, jangan jauh-jauh dari mereka. Sepanjang kami berada di sana, berulang kali terdengar pengumuman tentang orang tua yang terpisah dari anaknya. Saya juga sempat melihat seorang Bapak sampai harus berlari mengejar anaknya yang lumayan kenceng jalannya :D
  9. Luangkan waktu agak lama di stand buku bekas. Banyak kejutan di sana. Nikmatilah sensasinya, tapi tak perlu lebay sampai berteriak, “EUREKA!”:D
  10. 10. Kalau ada buku yang menarik tapi Anda belum ingin membelinya sekarang, tak ada salahnya meminta kartu nama penerbit bersangkutan. Beberapa penerbit menerima pemesanan dan mau memaketkan buku ke alamat Anda. Jangan lupa meminta katalognya juga ya, atau supaya lebih mudah, tanyakan saja kepada mereka, “Punya Facebook nggak?”:D
  11. Ingat, Juli masih sampai tanggal 31. Jangan kalap :p

Dan…inilah beberapa buku yang kami bawa pulang :

  1. Tesaurus Bahasa Indonesia (Eko Endarmoko)
  2. Padang Bulan/Cinta di Dalam Gelas (Andrea Hirata)
  3. Orang-Orang Tercinta (Soekanto SA)
  4. The Power of a Positive No (Willam Ury) *Dear Hi-ers, still remember “Getting to Yes”? :D
  5. Prosedur Mengurus HAKI yang Benar (Iswi Hariyani, SH, MH) *Mas Hendra banget! :p
  6. Anak Bajang Menggiring Angin (Sindhunata)
  7. Jazz, Perfume & the Incident (Seno Gumira Ajidarma). Dalam bahasa Inggris, terbitan Lontar.
  8. Jejak Langkah (Pramoedya Ananta Toer)
  9. Kuda Terbang Mario Pinto (Linda Christanty)
  10. Cantik Itu Luka (Eka Kurniawan)
  11. Melarat (George Orwell)
  12. Candide, Optimisme Dalam Hidup (Voltaire)
  13. Pangeran yang Selalu Bahagia (Oscar Wilde)
  14. The God of Small Things (Arundhati Roy)

Demikianlah cerita saya tentang Pesta Buku Jakarta 2010. Semoga bermanfaat. :)

Post to Twitter Tweet This Post

9 dari Nadira

http://www.gramediashop.com/book/detail/9789799102096

Novel yang bagus.

Sayang, saya tak terlalu suka akhir yang tak bahagia.

Jadilah bab terakhir saya baca selintas saja.

Mungkin, saya terlalu terpesona pada sosok si angin dari utara :)

Ps : foto saya ambil dari http://www.gramediashop.com/book/detail/9789799102096

Post to Twitter Tweet This Post

Before Dawn:The Poetry of Sapardi Djoko Damono


“Aku beli bukunya Sapardi. Judulnya Before Dawn. It’s so you, isn’t it?” Ingatanku melayang pada sms itu saat kuterima kejutan manis pagi ini, sebuah paket di meja kerja. Before Dawn karya Sapardi, kumpulan puisinya dalam bahasa Inggris.

Seharian ini aku sibuk mengelus sampulnya, membaca-baca isinya. Dengan ketakjuban, tentu saja…

ps : terimakasih banyak ya… :)

Post to Twitter Tweet This Post

WordPress Themes