Resensi
“Kamu mau nulis resensi buku di tempatku nggak?”
duhhhh….terharuuuuuuu………….
Mau! Aku akan coba sebisaku. Makasih tawarannya
“Kamu mau nulis resensi buku di tempatku nggak?”
duhhhh….terharuuuuuuu………….
Mau! Aku akan coba sebisaku. Makasih tawarannya
“Kamu tahu, kamu adalah motivatorku untuk tetap menulis..”
Itu, pujian yang sangat luar biasa untukku.
Faktanya, aku justru tidak sempat lagi menulis…
Hanya sempat menulis di blog tentang kegiatan sehari-hari…
Bukan cerpen, cerber, artikel, bahkan novel.
“Bentar lagi kukirim sinopsis novelku ya..”
Aku kalah telak
Kamu memang hebat, teman..:)
Doakan saja, “Gitar Tua” segera bisa kamu baca.
Dengan catatan, aku bisa begadang sampai malam untuk menulis
Daniel bertanya padaku, “Jika bis yang kamu tunggu tak juga datang, apa yang akan kamu lakukan?” Ah, Daniel selalu punya pertanyaan yang menyudutkanku
Yah, sudahlah, aku memilih menunggu tanggal 15 Agustus saja
Rasanya masih ingat keputusasaanku dulu..untuk apa wisuda, yang penting lulus. Masalahnya, untuk mencapai “lulus” itu rasanya berat sekali. Hehehe…Jadilah, lari pada pekerjaan, yang justru membuatku terperangkap, tak bisa lepas. Workaholic sejati
Tapi Alhamdulillah, Allah memberi banyak kemudahan bagiku, menguatkan hatiku, mempertemukanku dengan orang2 yang tak jemu bertanya “kapan lulus?”
Selain menunggu tanggal 15 Agustus, aku juga menunggu satu e-mail penting yang sampai sekarang tak juga datang. Dag dig dug, begini rasanya menanti tanpa kepastian. Peganganku cuma satu, “setelah tanggal 10 juli”. Tapi ini sudah tanggal 12. Aku benar-benar berharap kali ini
Doakan aku, supaya e-mail itu segera datang dan membawa berita bagus, bahwa aku tak perlu meninggalkan Jogja, kota yang kucintai sepenuh hati