Berteduh di Perpus Depdiknas

Di sebuah siang dengan cuaca yang kurang jelas, setelah tes narkoba di polda metro jaya, sebelum seorang teman tes wawancara psikologi di Deplu, kami memutuskan berteduh sejenak di perpus Depdiknas.

Adem, sofa empuk, buku bagus, majalah terbaru, ada internetnya juga, plus cafe pengganjal lapar. Ini perpus yang nyaman.

Mengingatkanku pada satu perpus lain yang juga nyaman,dengan gaya khasnya yang alami. Natsuko Shioya, di Jogja.

Hijau, sawah, adem, gemericik air di kolam ikan berisi kura-kura,rumah Jepang untuk minum teh, taman bergaya Jepang,bangku kayu untuk duduk nyaman di sore hari,bambu di pojok yang rimbun…

Dua perpus berbeda gaya berbeda kota, memikatku dengan pesonanya…

 

Post to Twitter Tweet This Post

“Go ahead, Astri…”

 

Beliau sudah seperti kakekku sendiri. Mereka yang pernah kuliah di Fakultas Ekonomi UGM pastilah mengenalnya. Bp. Soetatwo Hadiwigeno. Pak Tatwo, begitu aku biasa memanggil beliau.

Banyak hal yang akan selalu kuingat dari beliau. Pipa tembakau plus bau asap tembakaunya yang khas. Cerita-cerita tentang pengalaman beliau saat bekerja untuk FAO. Cerita beliau saat menjabat sebagai Sekjen Departemen Pertanian. Cerita tentang mahasiswa beliau yang antik-antik itu. Joke-joke tingkat tinggi yang selalu membuat kantor semarak. Ledekan khas beliau padaku : “kamu tuh kapan mau nikah? opo maneh sing ditunggu?” (Calonnya Pak yang ditunggu, ga ada !!!! :D ).

Tadi siang, aku memberanikan diri matur ke beliau tentang sesuatu hal. Lalu, dengan senyum dan pandangan beliau yang jenaka, beliau berkata padaku “Go ahead, Astri…saya doakan yang terbaik. Good luck ya..”

Aku terharu. Beliau selalu mendukungku tanpa henti.

Terimakasih Pak Tatwo. Terimakasih Pak Hermawan. Terimakasih Pak Danang.

Terimakasih banyak…

Post to Twitter Tweet This Post

Ketika Musik Mengalun…

Ketika musik mengalun, ketika lagu terdengar, aku bisa melamun.
Apa yang biasanya membuatmu melamun, teman?

Dalam perjalanan dari Jakarta ke Jogja, driver travel ternyata punya selera musik yang luar biasa, Scorpions. Dan, mengalunlah lagu-lagu yang begitu akrab di telingaku. Lady Starlight, When The Smoke Is Going Down,
Under The Same Sun, White Dove, sampai Still Loving You.
Aku bisa menebak, pak driver pasti memutar kaset Scorpions album Gold :)

Zaman aku SMA dulu, kalau tidak salah kelas 1, Papa selalu memutar kaset itu ketika mengantarku ke sekolah. Aku sampai hafal urutan lagu mulai dari side A sampai side B. Tanpa kusadari, Papa mewariskan selera musiknya padaku. Lagu-lagu tua, walau jadul tapi legendaris :D

Ketika pertama kali mengajariku bermain gitar, Papa memainkan lagu favoritnya,
I Started A Joke, milik Bee Gees. Gitar Papa juga terwariskan padaku tanpa kuminta. Gitar tua yang menyimpan banyak cerita. Merek Osmond, bukan Yamaha. Aku menyukainya, walau kata sebagian orang “gitarku agak susah dikendalikan” :p Nada nya suka lari-lari, membuat orang yang memakainya harus berulang kali menyetem suaranya supaya tidak fals. Tapi sungguh, aku menyukainya. Terimakasih, Pa :)

Sepanjang perjalanan Jakarta-Jogja, kuisi dengan melamun…dan tidur..

Post to Twitter Tweet This Post

Seandainya Hidup Itu Seperti Film India

Kata teman kosku,

“Seandainya hidup itu seperti film India, pasti menyenangkan ya Mbak. Mau nangis-nangis seperti apa, pasti akhirnya bahagia”

“Iya, ya..”, kataku manggut-manggut.

Post to Twitter Tweet This Post

Michael Buble Versi Jogja

Di bandara, menjelang keberangkatan ke Jogja dengan pesawat jam 7 malam. Aku melihat pemandangan yang indah. Beliau menelfon keluarganya. Menanyakan dua putrinya sedang berbuat apa. Nada serius yang biasa kudengar saat beliau memimpin rapat berganti dengan nada hangat dan lembut. What a good father he is. Itu hari Kamis yang lalu.

Tadi malam, setelah sebuah acara di kantor, aku bertanya pada beliau apa jenis musik yang beliau sukai. Tahu jawaban beliau? “Michael Buble..”

“Michael Buble? Home?”, tanyaku.

“Iya, Home lagu bagus..”

Ya, ini dia Michael Buble versi Jogja. Sesibuk apapun, berada di kota manapun, beliau tetap ingat keluarganya. Sepertinya beliau cocok jadi model video klip Home..:)

Dalam perjalanan ke Jogja, aku seolah mendengar sayup lagu Home dari ingatanku.

It will all be all right
I’ll be home tonight
I’m coming back home

Post to Twitter Tweet This Post

WordPress Themes