Sepelemparan Batu
Kantor saya hanya sepelemparan batu dari sana, tempat menghabiskan tahun-tahun penuh tawa. Kemarin datang lagi, bertemu dosen-dosen ramah khas HI. Ada Pak Dafri dan Mas Eric, sayang sekali Mas Rachmat tidak ada.
Saya sempat merasa sungkan pada Pak Dafri. Dosen yang satu ini tak henti mensupport saya untuk maju, dan maju. Tapi saya kok merasa belum bisa memberikan hasil yang memuaskan bagi beliau. Maaf ya Pak..
Oya, lobby HI sekarang sudah berbeda, tidak ”hangat” (menurut saya lho ya
). Mungkin karena sekarang ada banyak komputer memenuhi lobby, membuat mahasiswa hanya fokus pada monitor komputer. Beberapa kali saya intip dari belakang, ternyata pada buka friendster. Kok ya sama saja dengan saya, hehehe. Entah bagaimana pendapat Pak Mohtar Masoed kalau beliau melihat mahasiswanya sibuk buka friendster dan bukan cari bahan kuliah, hehehe
Ternyata kampus memang membuat kangen. Masa-masa duduk melingkar dan berdiskusi di lobby tak lagi saya temui, tapi itu tetap terkenang. Membekas begitu dalam. Lalu, ketika mendengar kabar teman-teman seangkatan dulu, saya disadarkan bahwa hidup memang terus berjalan. Terus…
Mungkin tinggal menunggu waktu, entah sekarang atau nanti, saya akan pergi. Mungkin..

