Akhir-akhir ini ada yang sering bercerita tentang Bintang. Bintang dengan huruf B besar, menunjukkan bahwa itu bukanlah benda langit nun jauh di atas sana. Bintang yang ini bisa berpetualang, dan bisa membuat dia, teman baru saya, kebingungan menebak apa maunya…
Menghabiskan malam bersama Bintang, itu status yang sering dia tulis di YM. Bintang dengan huruf B besar, ataupun bintang dengan huruf b kecil, buat saya sama indahnya. Indah, karena saya tetap saja teringat pada benda langit itu, yang bentuknya sering dijadikan sebagai lambang, misalnya untuk kop surat Presiden ataupun lambang partai.
Bintang, akan terlihat bersinar terang ketika penerangan di sekitar temaram. Jaman kuliah dulu, kami, para penerima beasiswa Djarum, mengadakan bakti sosial pemeriksaan gigi gratis di sebuah desa di wilayah Gunung Kidul. Desa itu menjadi sepi selepas maghrib, dan ketika berjalan di tengah desa, langit luar biasa indah. Kemilau berbintang. Lampu-lampu yang terbatas dengan nyala yang suram justru membuat cahaya bulan dan bintang bisa maksimal. Ketiadaan gedung tinggi di desa itu membuat langit menjadi luas, jauh melebar bila dibandingkan langit Jogja yang terkorupsi oleh gedung bertingkat.
Bintang, menentramkan hati ketika merasa sendiri dan kesepian. Melihat bintang saja sudah cukup. Mungkin kata orang itu cuma sugesti, tapi kok ngefek ya? Setidaknya untuk saya.
Bintang, juga mengingatkan saya pada teman kos saya dulu. Seorang mbak yang sangat bisa disebut sebagai high quality jomblo. Manis, pintar, jago masak, jago main musik pula. Wah, kalau saya cowok, sudah saya lamar Mbak yang satu itu sejak dahulu kala. Berhubung saya perempuan, cukuplah saya mengaguminya.
Mbak yang itu, suka sekali dengan lukisan Vincent Van Gogh, Starry Night. Sebuah kebetulan, nama Mbak itu telah tercakup dalam kata Starry. Saya sering merasa, Mbak itu memang ditakdirkan untuk bersinar. Starry Ary..
Mbak yang itu, juga suka memainkan gitar dan bernyanyi lagu Vincent (Starry Starry Night) milik Don McLean. Suaranya merdu, permainan gitarnya tak kalah dengan Tohpati, pujaan hati saya. (Halah!:p). Judul lagunya kok sama dengan judul lukisannya? Lagu Starry Night memang ditulis berdasarkan kisah hidup sang pelukis, Vincent Van Gogh. Ya, Starry Night-nya Don McLean adalah versi asli. Sedangkan Josh Groban dan Vonda Shepard menyanyikannya kembali. Recycle. Ketika saya tuliskan bait pertama lagu itu di status YM, seorang teman langsung nge-buzz.“Mbak Astri, aku suka banget lagu ini…”
Kemarin, Starry Ary, minta dikirim file lukisan Starry Night via YM. Lukisan itu memang indah, dan saya tetap tak peduli walau teman kantor saya bilang, “Pelukisnya ‘kan gila. Memotong telinganya sendiri..” Dan saya cuma bilang, “Lho, bukannya manusia suka mengatakan orang lain gila untuk menunjukkan dirinya waras?”
Starry, starry night. Paint your palette blue and grey,look out on a summer’s day, with eyes that know the darkness in my soul…
Shadows on the hills, sketch the trees and the daffodils. Catch the breeze and the winter chills, in colors on the snowy linen land…
Now I understand, what you tried to say to me. How you suffered for your sanity, how you tried to set them free. They would not listen, they did not know how. Perhaps they’ll listen now….
*Vincent (Starry Starry Night), Don McLean, 1971
Tweet This Post