Menjadi buruh sekaligus mahasiswa memang tidak mudah. Tak apa, setidaknya diimbangi dengan tawa ceria anak-anak muda

piknik kelas A, diwarnai dengan acara jatuh dari motor malam-malam saat hujan. TKP jatuh : jakal km 15-an. Senyum di foto itu sebenarnya penuh duka lara..hahahahaha…

jembatan lengkung a.k.a jembatan mc d. semester dua kami harus kembali ke fisipol, tak lagi di gedung pasca. Artinya, tak melewati jembatan ini lagi…

di pasca…di pasca…:)
Tweet This Post

Jumat lalu, selepas ujian terakhir, aku mengisi sebuah formulir pemilihan jurusan untuk semester dua nanti. Ragu-ragu, aku menuliskan “Politik Internasional”. Mata kuliah pilihan dari konsentrasi studi yang lain : ”Global Value Chain”.
Sepanjang akhir minggu kemarin, aku berpikir, berhitung, dan justru makin bingung. Masih pula ditambah badan yang protes karena makin sering kurang tidur.
Pagi ini, mantap membuat pilihan. Datang ke kampus, mengubah isian formulir menjadi “Kerjasama Pembangunan Internasional”. Akhirnya, aku memutuskan menyeberang dari bidang yang kupelajari sebelumnya, studi keamanan, menuju sebuah minat topik baru, ekonomi politik internasional.
Aku tahu, aku harus mulai dari awal lagi. Menyimpan proposal thesisku sebelumnya, lantas mencari topik baru. Tak apa, aku akan berusaha. Wish me luck
Tapi, jika memang memungkinkan, aku akan tetap mencoba melanjutkan apa yang sebelumnya telah kutulis di proposal thesis, walau hanya untuk dipublikasikan di rumah abu-abu yang sederhana ini…
Tweet This Post
Aku mau berhenti. Mungkin sebentar. Semoga tidak lama. Anggaplah aku sedang kehilangan inspirasi. Takut pada tulisanku sendiri
Seandainya kulanjutkan, mungkin sepenggal tulisan tentang buku atau film yang kunikmati.
Setuju?
Tweet This Post
Pagi ini kamu pamit padaku.
Belum genap jam sembilan, suaramu terdengar di telepon selulerku. Tentang ketidakbisaanmu ikut ujian semester ini, tentang perjalananmu yang akan dimulai jam sepuluh nanti. Taksaka sudah menantimu di Tugu. Sebuah perjalanan merajut mimpi…
“Astri, terimakasih banyak ya…Nanti kalau aku ke Jogja kita main bulutangkis lagi..”
Sama-sama Ali…Terimakasih untuk semua kebersamaan beberapa bulan ini. Kerjasama saat presentasi, diskusi yang mencerahkan, kadang perdebatan, canda di sela permainan bulutangkis, termasuk tentang pebulutangkis tawadu’ itu.. :)
Jadilah diplomat yang hebat ya. Senang mengenalmu, Ali…
Tweet This Post
Kepada Cium
Seperti anak rusa menemukan sarang air
di celah batu karang tersembunyi,
seperti gelandangan kecil menenggak
sebotol mimpi di bawah rindang matahari,
malam ini aku mau minum dari bibirmu.
Seperti mulut kata mendapatkan susu sepi
yang masih hangat dan murni,
seperti lidah doa membersihkan sisa nyeri
pada luka lambung yang tak terobati.
2006

Cinta Telah Tiba
Cinta telah tiba
sebelum kulihat parasnya
di musim semi wajahmu.
Telah menjadi kita dan kata
saat kucicipi hangatnya
di kuncup rekah bibirmu.
Menjadi deru dan dera
saat kuarungi arusnya
di laut kecil matamu.
2006
Tweet This Post