Tebakan
Bertemu orang baru belum tentu berarti bertemu pertanyaan baru, tapi kadang tetap ada pertanyaan atau pernyataan yang cukup membuat terhenyak sesaat.
Seorang kawan baru dalam kursus penulisan memulai obrolan kami dengan pertanyaan, “Kamu orang Arab ya As?”.
Jelas saja aku tergelak mendengar tanyanya. Heran, entah bagian mana dari wajahku yang membuat orang-orang sering menebak asal muasalku dengan penuh keyakinan.
Lain waktu, dia membuat penyataan mematikan. “Kemarin aku baca blogmu, dan aku merasa menemukan dirimu yang berbeda. Tampilan keseluruhan dari blogmu menunjukkan padaku siapa sebenarnya kamu, sesuatu yang coba kamu lawan. Kamu orang yang kesepian.”
Skak mat!
Wah…apa perlu kuganti template blog ini? Sudah waktunyakah “Falling Dreams” karya Razvan Teodorescu kupensiunkan?
Percaya atau tidak, kadang kita mengambil keputusan atau menentukan pilihan pada hitungan sekian detik, tanpa banyak pertimbangan. Benar-benar datang dari bawah sadar. Seperti halnya siapa orang pertama yang refleks kita telepon saat kondisi genting. Begitulah, semacam itu…
Falling Dreams terlalu menggodaku. Razvan tahu benar seleraku. Minimalis, tapi kuat. Paduan abu-abu dan putih dalam blog ini membuatku terpikat erat. Apalagi gambar pohon besar di tengah padang itu..membuatku senantiasa berkhayal duduk di bawahnya sambil membaca buku atau menggelar kain berwarna kotak-kotak cerah dengan banyak makanan di atasnya.
Berganti orang, ada pertanyaan lain pula yang terhidangkan.
“Kenapa bukan daun yang bersemi? Kenapa harus daun-daun gugur?”
Ah, aku mengerti. Kamu pasti sedang bicara tentang friendsterku, multiplyku, atau IMvironment YM ku. Ya, semuanya memang tentang daun-daun gugur.
Bagaimana lagi, aku suka daun-daun gugur, begitu saja, tanpa rencana. Ada ngelangut yang kurasa. Itu saja alasannya.