Keajaiban Dunia Bernama Dimas
Satu hal yang benar-benar kusyukuri dari kursus penulisan yang kuikuti adalah, aku bisa bareng Dimas. Makhluk ajaib yang satu itu sukses membuatku bersemangat tiap hampir menyerah melanjutkan tulisan
Teringat saat satu minggu pertama kursus, kukatakan padanya,
“Dim, tar transfer ilmumu ke aku ya. Aku akan telat datang, soalnya mesti nunggu pulang kantor dulu..”
Jawabannya polos banget. “Hehehe..semoga aku bisa ya As..kamu tahu sendiri kan aku juga lemot..” Gubrak..
Dulu, aku hanya mendengar namanya dari beberapa teman siaranku. Dimas si penyiar Prambors, Dimas yang baik hati, Dimas yang bla..bla..bla.. Aku penasaran. Tak disangka kami akhirnya bertemu di Sabayatsa. Aku masih ingat hari itu, Dimas yang sibuk dengan kamus bahasa Jepangnya saat kami sedang mengikuti training menjadi liaison officer. Lucu kalau ingat masa-masa itu. Masa-masa penuh kebingungan ![]()
Satu yang benar-benar kukagumi darinya adalah semangatnya yang pantang menyerah. Mau halangan sebesar apa, terjang. Berjuang sebaik-baiknya ![]()
Oya, Dimas itu pecinta kuliah. S1 nya ekonomi akuntansi. Sempat kuliah di Filsafat juga (astaga!). Dan sekarang, sedang mengerjakan skripsi dan thesis pada saat yang bersamaan. Pada fakultas yang sama pula, Fakultas Hukum. Gila! Mungkin dia ga pakai acara tidur
Belajaaaarrr melulu…:p Baru pada Dimas bisa kuajukan pertanyaan aneh itu, ”gimana skripsi dan thesismu Dim?” ![]()
Saat dia kecelakaan motor dulu, kami anak-anak Sabayatsa menjenguknya ke kos. Kamarnya penuh dengan kartu mahasiswa UGM (dengan fakultas yang berbeda-beda!) dan buku-buku yang mengerikan. Mulai buku ekonomi, filsafat, hukum, sampai fiksi. Dia bilang, ”nggak semuanya kubaca kok…”.
Tapi saudara-saudara, aku bisa menemukan tempelan post it berwarna-warni di hampir semua bukunya. Pertanda buku itu sudah dilahapnya :p Mbak Andien, sesepuh kami di Sabayatsa sampai bilang, ”jangan-jangan Dimas itu jenius ya..” ![]()
Tadi, kami bicara tentang batas pengumpulan tulisan yang katanya besok entah jam berapa. Pokoknya tanggal 30 November :p
D : Aku sih ga mungkin besok. Tau diri lah
D : Kalo memang besok mesti dikumpulin, tokohnya kubikin mati aja deh. Hahahaha
Hahahaha…dasaaaarrrr…..Dimaaaaasss… :p
Baru saja aku baca lagi chat-chat kami yang dulu, ketemu bagian menakjubkan ini ..:
D : aku mau gila….
D : seminggu ini akan kuselesaikan skripsi dulu
D : minggu selanjutnya thesis
D : minggu selanjutnya novel
Dim, pernahkah kukatakan? Kamu hebat. Sungguh..
14 Comments
Other Links to this Post
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
By homoisenga, December 8, 2007 @ 9:47
Bintang, blognya Dimas apa?
Ni dimas yang jadi orgnya IFRC en sempet salah beli flashdisk ga?
Ada profil frensternya ga?
Sptnya mnarik tu…..
Oh iya nongollah ke Purna budaya ( masih ada yang inget nama tempat ini ga ya ) sampe tgl 9 des 2007 ada festival literasi.Yg sastra maupun yg non sastra .Intinya mbaca kenyataan.Abis tu tulis blog ya.
By Dimas, December 9, 2007 @ 9:47
Huhu… Astri, daku terharu…
Thanks buat tulisannya, lagi pula daku bisa bertahan terus menulis karena punya sahabat seperti Astri, teman berjuang untuk meraih mimpi-mimpi…
Mari kita terus semangat! Karena dunia akan bersama kita suatu hari nanti
By Astri Kusuma, December 10, 2007 @ 9:47
Zizah:
sepertinya Dimas yang kita maksud tidaklah sama…hehehehe..btw, aku kemarin ke festival literasi..keren..
Dimas :
amiinn
sama-sama Dimas..aku juga bertahan belajar menulis karena ada partner untuk belajar bersama
siap! ayo semangat! deadline bukan halangan! hahahahaha…:D
ya Dimas, dunia akan bersama kita suatu hari nanti..
By oRiDo™, June 30, 2008 @ 9:47
oOo.. Dimas itu toh..
gak ngeuh sih klo Dimas itu Dimas prambors..
btw..
yg ngambil foto jempol kaki siapa mba?
By Astri Kusuma, June 30, 2008 @ 9:47
iya, Dimas yang itu..
yang ambil foto jempol, ada deh..:)
By dekray, July 27, 2008 @ 9:47
baca buku sambil selonjoran asyik memang ya….salam non!!
By Astri Kusuma, July 28, 2008 @ 9:47
salam kenal juga
By hidayat, July 29, 2008 @ 9:47
wah arek UGM pek….tapi sik kerenan ITS.hehehe..narsis nih…so good blog
By Astri Kusuma, July 29, 2008 @ 9:47
iya deh, lebih keren ITS..
terimakasih sudah berkunjung ke blog saya
By panah hujan, November 15, 2008 @ 9:47
waw!
kocak!
hahahaa.. ada yah orang seperti dia?
salut ^_^
By brillie, November 26, 2008 @ 9:47
wah.. om dimas selain terkenal, ternyata baik banget ya…
By Vee, December 25, 2008 @ 9:47
persahabatan bagai kepompong
By Meida Rosanti, November 24, 2009 @ 9:47
mas Dimas aku kenal di Paguyuban Dimas Diajeng Jogja. Walopun aku tidak mengenalnya secara dekat, aku cukup “noticed” bahwa “beliau” ini orangnya pinter. Selalu memberi sumbang sih pemikiran dalam setiap ide/isu yang mencuat di Paguyuban saat itu. Kayaknya sih…maaf kalo salah ya mas Dim..Mas Dimas itu orangnya gak bisa menyembunyikan perasaan.Kalo gk suka yg langsung bilang..jd horor kadang kalo mas Dim baru mengungkapkan itu heehehe… Tapi the point is.. Mas Dimas tu orngnya jujur, pinter, straigt to the point..hehehe..sok tau amat! Oke.. Wish you all the best Mas ! Gbu…
By anto, February 11, 2010 @ 9:47
Wah Dimas terkenal…