Senja Istimewa

Senja ini istimewa, seolah merangkum semua hal indah yang terjadi sepanjang hari.

Saya berjumpa Anies Baswedan tadi siang, dan merasa “tercerahkan” dengan apa yang beliau sampaikan. (Dan saya makin bisa mengerti mengapa dulu Kompas menggunakan judul “Kesantunan Anies Baswedan”, dan bukan “Kepandaian Anies Baswedan”) :)

Jam 5 sore, saya melangkah ke Taman Suropati. Lebih tepatnya, menyeberang dari kantor menuju Taman Suropati. (Rasanya sudah lama tak ke Taman Suropati saat sore hari :D ). 3 bangku dari batu di tengah taman menjadi pilihan untuk menunggu suami yang sedang berjuang di tempat lain. Saya lalu mulai melanjutkan misi “mengejar Maret”. Membuka netbook, bertemu lagi dengan tulisan-tulisan tentang Al Gore, sambil sesekali menyeruput kopi.

Di tengah keasyikan menderapkan jari, telinga saya mendengar nada yang familiar. “What a Wonderful World”, dimainkan seseorang di kejauhan dengan saksofon. Manis sekali. Dimainkan dengan lancar, tanpa terbata-bata. Profesional. Berlanjut dengan “My Way”, lalu “Let it be Me”, “Somewhere Over the Rainbow”, dan sederet lagu lain. Tunggu, jangan-jangan dia Kenny G? :D

Senja ini saya jadi ingin berterimakasih pada sang pemain saksofon itu atas pilihan lagunya yang tepat sasaran. What a wonderful world…

Terimakasih ya Allah, untuk berita-berita baik yang datang hari ini. Terimakasih … :)

Post to Twitter Tweet This Post

No Comments

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

Security Code:

WordPress Themes