“Tenang, tenang, tenanglah, Sayang…”
Jalani hidup
Tenang tenang tenanglah seperti karang
Sebab persoalan bagai gelombang
Tenanglah tenang tenanglah sayang
Tak pernah malas
Persoalan yang datang hantam kita
Dan kita tak mungkin untuk menghindar
Semuanya sudah suratan
Oh matahari
Masih setia
Menyinari rumah kita
Tak kan berhenti
Tak kan berhenti
Menghangati hati kita
Sampai tanah ini inginkan kita kembali
Sampai kejenuhan mampu merobek robek hati ini
Sebentar saja
Aku pergi meninggalkan
Membelah langit punguti bintang
Untuk kita jadikan hiasan
Tenang tenang tenanglah sayang
Semuanya sudah suratan
Tenang tenang seperti karang
Bintang bintang jadikan hiasan
Berlomba kita dengan sang waktu
Jenuhkah kita jawab sang waktu
Bangkitlah kita tunggu sang waktu
Tenanglah kita menjawab waktu
Seperti karang
Tenanglah
Seperti karang
Tenanglah
(Lagu Satu-Iwan Fals)
*****
Setahun lebih kami mengeja kedamaian-kedamaian sederhana. Sore itu saat memeluknya erat, saya makin bersyukur bahwa Tuhan memilihkan dia menjadi teman hidup saya..

2 Comments
Other Links to this Post
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
By homoisenga, February 2, 2010 @ 9:47
Ini adalah sebab kenapa aku tidak pernah bisa berhentri membuka blog ini.
Entah kenapa setiap aku butuh atau ingin tambahan dorongan,blog ini selalu menambah kekuatan,bahkan ketika aku tidak sedang mencari.
TX As.Semoga langgeng dan semua impian yang kalian punyai terwujud dengan penuh kebahagiaan.
By Astri Kusuma, February 3, 2010 @ 9:47
Terimakasih, Zizah
Amin…terimakasih untuk doanya