Liburan
“Liburan seperti apa yang ingin kau berikan untukku? Mengajakku keluar masuk pertokoan?”
Kamu menggeleng. Ah, senangnya hatiku.
“Aku ingin mengajakmu berjalan di antara lelampuan taman, sambil kita belajar tentang kehidupan dari orang-orang di sekitar.”
Indahnya. Itulah yang membuatku menyukaimu. Kesederhanaanmu.
“Kalau kamu datang ke kotaku, aku akan mengajakmu ke sebuah tempat dimana kita bisa melihat bintang begitu terang benderang hingga kau ingin mengacungkan tanganmu ke langit sekedar untuk menghitungnya.”
“Banyakkah bintangnya?”
“Banyak. Tapi kalau kamu sedang capek memandang ke atas, kamu bisa memandang ke bawah. Ada banyak lampu berpendar di kejauhan. Ada yang warnanya putih, ada juga yang kekuningan.”
“Itu lampu apa?”
“Lampu rumah-rumah penduduk. Tempat kita memandang bintang ada di atas bukit, kamu pasti akan menyukainya. Kita bisa memandang itu semua sambil bicara tentang masa depan. Kalau kamu mau, kita akan bicara sambil makan jagung bakar dan merasakan hangatnya wedang jahe atau teh panas.”
“Itu tawaran yang menarik.”
“Tentu saja itu tawaran yang menarik. Kalau perlu, aku bisa juga memberimu tawaran yang tidak bisa kamu tolak, seperti halnya tawaran Don Corleone di film Godfather.”
“Ah, kamu sedang mengancamku?”
“Sama sekali tidak, Nona..”
“Kata orang, kotamu dingin sekali ya?”
“Iya, dingin. Sampai kamu harus memakai dua selimut yang ditumpuk secara tepat supaya saat tidur badanmu terasa hangat. Jangan khawatir, saat kita lihat bintang, kamu boleh pakai jaket merahku.”
“Terimakasih. Lalu ada apa lagi di kotamu?”
“Ada aku. Orang yang akan memberikan tiket liburan sepanjang masa. Menghabiskan sisa hidup bersama. Kamu mau berlibur bersamaku?”
Dear, itu benar-benar tawaran yang tidak bisa kutolak…
* terinspirasi lagu Holiday-Scorpions dan serial Jepang “Long Vacation”